Sabtu, 11 Mei 2013

Dampak Kerja Sama Ekonomi Antarnegara dalam Perekonomian Indonesia


Kerja sama ekonomi yang telah dilakukan oleh bangsa Indonesia, baik yang sifatnya regional maupun internasional, tentunya akan memberikan dampak bagi perekonomian Indonesia. Berikut ini dampak dari kerja sama ekonomi antarnegara.
  1. Dampak Positif Kerjasama Ekonomi Internasional terhadap Perekonomian Negara
    1. Meningkatkan Keuangan Negara
Kerja sama ekonomi antarnegara dapat memberikan banyak manfaat bagi Indonesia, salah satunya di bidang keuangan. Melalui kerja sama ini Indonesia memperoleh bantuan berupa pinjaman keuangan dengan syarat lunak yang digunakan untuk pembangunan. Dengan demikian, adanya pinjaman keuangan otomatis dapat meningkatkan keuangan negara.
2. Membantu Meningkatkan Daya Saing Ekonomi
Kerja sama ekonomi dapat menciptakan persaingan yang sehat di antara negara-negara anggota. Persaingan yang sehat ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kemampuan produsen tiap negara dalam menghasilkan produk-produk yang mampu bersaing dengan negara-negara lain. Keberhasilan bersaing suatu negara ditingkat regional dan internasional pada gilirannya akan meningkatkan perekonomian negara yang bersangkutan.
3. Meningkatkan Investasi
Kerja sama ekonomi antarnegara dapat menjadi cara menarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Banyaknya investor yang mau menginvestasikan modalnya di Indonesia dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan perekonomian dan pembangunan Indonesia. Selain itu, banyaknya investasi dapat juga menambah lapangan kerja baru, sehingga jumlah pengangguran dapat berkurang.
4. Menambah Devisa Negara
Kerja sama ekonomi antarnegara khususnya di bidang perdagangan dapat meningkatkan devisa negara. Devisa diperoleh dari kegiatan ekspor barang. Semakin luas pasar akan semakin banyak devisa yang diperoleh negara, sehingga dapat memperlancar pembangunan negara.
5. Memperkuat Posisi Perdagangan
Persaingan dagang di tingkat internasional sangat berat. Hal ini disebabkan adanya berbagai aturan dan hambatan perdagangan di setiap negara. Untuk itu perlu adanya kerja sama ekonomi. Sehingga dalam kerja sama tersebut perlu dibuat aturan per-dagangan yang menguntungkan negara-negara anggotanya. Dengan demikian adanya aturan tersebut dapat memperlancar kegiatan ekspor dan impor dan menciptakan perdagangan yang saling menguntungkan. Akibatnya posisi perdagangan dalam negeri semakin kuat.
2. Dampak Negatif Kerjasama Ekonomi Internasional terhadap Perekonomian Negara.
1. Ketergantungan dengan Negara Lain
Banyaknya pinjaman modal dari luar negeri daspat membuat Indonesia selalu tergantung pada bantuan negara lain. Hal ini akan menyebabkan Indonesia tidak dapat menggembangkan pembangunan yang lebih baik.
2. Intervensi Asing Terhadap Kebijakan Ekonomi Indonesia
Sikap ketergantungan yang semakin dalam pada negara lain, dapat menyebabkan negara lain berpeluang melakukan campur tangan pada kebijakan-kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Jika kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah mendapat campur tangan negara lain, hal ini dapat merugikan rakyat.
3.  Masuknya Tenaga Asing ke Indonesia
Alih teknologi yang timbul dari kerja sama ekonomi antarnegara memberi peluang masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia. Jika hal ini terjadi tenaga kerja Indonesia menjadi tersingkir dan dampaknya terjadi banyaknya pengangguran.
4. Mendorong Masyarakat Hidup Konsumtif
Barang-barang impor yang masuk ke Indonesia mendorong masyarakat untuk mencoba dan memakai produk-produk impor. Hal ini akan mendorong munculnya pola hidup konsumtif.

Jumat, 10 Mei 2013

Analisa Kebijakan Fiskal Dengan System Perpajakan Yang Built-In Flexible

Analisa Kebijakan Fiskal Dengan System Perpajakan Yang Built-In Flexible
Di samping pajak yang mempunyai sifat yang eksogen, pajak juga disebut built-in flexible yaitu pajak yang besar kecilnya ditentukan oleh besar kecilnya pendapatan nasional. Dibanyak Negara pajak pendapatan atau income tax merupakan jenis pajak ini. Pada umumnya yang ingin dicapai dengan menggunakan built-in flexible adalah
1. untuk lebih meratanya distribusi pendapatan nasional
2. untuk lebih stabilnya perekonomian.

Ditribusi pendapatan nasional dalam perekonomian pada umumnya tidak merata. Distribusi pendapatan nasional yang sangat tidak merata dapat enimbulkan ketegangan social. Oleh karena itu maka untuk mengurangi kemungkinan timbulnya ketegangan social ini,pemerintah pada umumnya berusaha sedapat mungkin lebih mertakan distribusi pendapatan nasional. Pajak pendapatan yang besar kecilnya tergantung kepada besar kecilnya pendapatan yang diperoleh wajib pajak merupakan salah satu cara yang dapat dipergunkan untuk mencapai tujuan tersebut.

Mengingat sifatnya yang demikian maka pajak pendapatan tersebut mempunyai sifat flexible, yaitu flexible mengikuti perubahan pendapatan. Dari uraian diatas sehingga fungsi pajak dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut :

Tx = t + hY

Tx menunjukkan besarnya pajak, t menunjukkan besarnya pajak pada pendapatan sebesar nol, h menunjukkan apa yang biasa disebut margial rate of taxation, yang merupakan nilai perbandingan antara perubahan jumlah pajak dengan perubahan jumlah pendapatan dan Y menunjukkkan besarnya pendapatan nasional.

Nilai h dengan sendirinya dapat dikatakann selalu postif. Positifnya “ marginal rate of taxation “ berarti bahwa semakin besar pendapatan semakaian besar jumlah pajak yang terpungut oleh pemerintah. Kalau h selalu mempunyai angka yang lebih besar daripada nol, nilai t dapat sama dengan nol ataupun lebih kecil daripada nol, akan tetapi untuk mempunyai nilai positif mungkin sekali jarang terjadi. Sebab dengan positifnya nilai t berarti bahwa mereka yang tidak mempunyai pendapatan masih dikenai pajak pendapatan. Ini dengan sendirinya tidak masuk akal. Negatifnya nilai t mungkin terjadi yaitu dalam perekonomian dimana seseorang yang mendapatkan pendapatan kurang dari jumlah tertentu oleh pemerintah diberi bantuan. Semakin kecil jumlah pendapatan mereka semakin besar jumlah bantuan yang mereka terima dari pemerintah.


Fungsi Konsumsi dan Fungsi Saving dalam Perekonomian dengan Sistem Perpajakan yang Built-in Flexible

Kita telah mengetahui bahwa jumlah pengeluaran masyarakat untuk konsumsi bukanlah ditentukan secara langsung oleh besar kecilnya pendapatan sebagai “ earnings” melainkan oleh besar kecilnya “ disposable income “. Pernyataan ini berlaku bagi perekonomian dengan kebijakan fiscal yang sederhana maupun bagi perekonomian yang menggunakan ‘ built-in flexible tax: dalam kebijakan fiskalnya. Perbedaan pokok antara kedua system perpajakan tersebut adalah bahwa dalam system yang sederhana besarnya pajak di[ungut oleh pemerintah tidak tergantung kepada besar kecilnya pendapatan nasional ataupun tergantung kepada variable-variabel lainnya yang kita pertimbangkan dalam model analisis yang kita pakai, sedangkan dalam system perpajakan yang mempunyai sisfat “ built in flexible “ besar kecilnya pajak yang terpungut oleh pemerintah tergantung kepada besar kecilnya pendapatan nasional.

Dengan cara yang lebih singkat dapat dikatakan bahwa dalam perekonomian yang mempergunakan kebijakan fiscal yang sederhana, pajak merupakan ‘exogenous variable”’ sedangkan dalam perekonomian dengan system perpajakan yang “ built-in flexible”’ pajak merupakan endogenous variable, dan merupakan fungsi dari pada pendapatan nasional.

Dengan dipergunakannya pajak yang endogen sifatnya dan yang merupakan fungsi daripada pendapatan nasional, maka fungsi konsumsinya perlu disesuaikan juga.
Bentuk-bentuk konsumsi yang baru, dengan sifat “ built-in flexible” dari pada pajak akan terlihat sebagai berikut :

C = a + cYd
Yd = Y + Tr - Tx
Tx = t + hY

Maka

C = a + c[ Y + Tr - ( t + hY ) ]
C = a + c[ Y + Tr - t - hY ]
C = a + cY + cTr - ct - chY

Dengan berubahnya fungsi konsumsi maka perumusan fungsi saving juga mengalami perubahan sebagai berikut :

S = Yd - C
Yd = Y + Tr - Tx
C = a + cY + cTr - ct - chY

Maka

S = Y + Tr - ( t + hY ) - (a + cY + cTr - ct - chY )
S = Y + Tr - t - hY - a - cY - cTr + ct + chY

S = ( 1 - h - c + ch )Y + ( 1 - c )Tr - ( 1 - c )t - a
S = ( 1 - h - c + ch )Y + ( 1 - c ) ( Tr - t ) - a

Latihan
a. Fungsi konsumsi C = 0,75 Yd + 20
b. Fungsi pajak Tx = 0,2 Y - 20
c. Transfer pemerintah Tr = 40

Soal
1. Berdasarkan data diatas , carilah persamaan garis konsumsi yang merupakan fungsi daripada pendapatan nasional sebagai “ earning”!
2. Sama dengan soal 1 untuk fungsi saving !
Jawaban :
fungsi konsumsi C = a + cY + cTr - ct - chY
C = 20 + 0,75Y + 0,75(40) - 0,75 (-20) - 0,75 (0,2)Y
C = 20 + 0,75Y + 30 + 15 - 0,15Y
C = 0,6 Y + 65


Fungsi Saving S = ( 1 - h - c + ch )Y + ( 1 - c ) ( Tr - t ) - a S = (1 - 0,2 - 0,75 + 0,75 x 20 )Y + (1 - 0,75 ) ( 40 –(-20)) - 20
S = (0,05 + 0,15 )Y + 0,25( 60) - 20
S = 0,2Y + 15 - 20
S = 0,2Y - 5



Kamis, 09 Mei 2013

KERANGKA PEMBUATAN MAKALAH



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Pembuatan makalah merupakan suatu hal yang tidak asing lagi dikalangan mahasiswa yang sedang menempuh kuliah. Pada dasarnya memang banyak tugas kuliah yang menjadi beban mahasiswa. Tugas yang hampir selalu muncul pada setiap mata kuliah adalah membuat makalah. Bahkan membuat makalah ini bukanhanya tugas bagi sebagian besar mahasiswa saja, namun pelajar yang sedang menempuh pendidikan di bangku sekolah menengahpun juga tidak luput dari tugas membuat makalah.
Makalah merupakan salah satu jenis dari karya ilmiah atau karangan ilmiah. Artinya, sebagai karangan ilmiah, makalah memiliki sifat obyektif, tidak memihak,berdasarkan fakta, sistematis, dan logis. Oleh sebab itu penulisan makalah harus sesuai aturan-aturan yang berlaku dan harus memenuahi ketentuan-ketentuan dalam penyusunan sebuah makalah.
Banyaknya aturan-aturan yang ada dalam pembuatan makalah, kadang membuat seorang pelajar atau mahasiswa merasa kesulitan dalam pembuatan makalah. Ada juga yang membuat makalah hanya sebagai unsur keterlibatan saja, yang artinya membuat makalah hanya asal-asalan saja yang penting mengumpulkan karya tulis. Hal tersebut harus sangat tidak patut di lakukan oleh mahasiswa sebagai kaum terpelajar. Oleh katena itu, Hal seperti itu harus segera di minimalisir agar tidak menjadi kebiasaan seorang pelajar.
Dalam pembuatan makalah, biasanya setiap lembaga pendidikan menggunakan metode tertentu, dengan kata lain syarat dan ketentuan dalam pembuatan makalah tidak sama persis antara satu lembaga dengan yang lainnya, wlaupun mungkun ada kemiripan. Namun secara garis besar pembuatam makalah itu sama. Jadi tidak perlu merasa bingung akan kerangka penulisan makalah, karena secara garis besar kerangka penuliasan makalah itu sama, seuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku saat ini.

1.2  Rumusan Masalah
Ø  Apa yang dimaksud dengan makalah ?
Ø  Bagaimana Karakteristik Sebuah Makalah?
Ø  Seperti apa kerangka pembuatan sebuah makalah?
Ø  Bagaimana Sistematika Penulisan Makalah?  

1.3  Tujuan

Dalam penyusunan makalah berjudul “Pembuatan Kerangka Makalah” ini, penulis berharap dapat memeberikan manfaat baik bagi penulis sendiri maupun pembaca dan masyarakat luas.
Adapun tujuan berikut adalah sebagai berikut:
Ø  Bagi Penulis
o    Makalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas mata kulia Bahasa Indonesia Keilmua yang di bimbing oleh Ibu Muyassaroh, S.Pd.
o    Makalah ini dibuat agar penulis lebih memahami mengenai kerangka penulisan makalah.
Ø  Bagi Pembaca dan Masyarakat Luas
o    Makalah ini dimaksudkan untuk meminimalisir kekeliruan yang seringkali dibuat oleh mahasiswa dalam penyusunan kerangka makalah.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Makalah

Makalah merupakan salah satu jenis dari karya ilmiah. Sedangkan menurut pengertiannya, makalah ialah laporan tertulis yang diterbitkan untuk memberikan gambaran dari hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah kelompok dengan etika atau kaidah keilmuan yang telah di tetapkan dalam penyusunan sebuah makalah.
Secara umum , ciri-ciri makalah  terletah pada sifat keilmiahannya. Artinya, sebagai karangan ilmiah, makalah memiliki sifat obyektif, tidak memihak,berdasarkan fakta, sistematis, dan logis.
Berdasarkan sifat dan jenis penalaran yang digunakan , makalah dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu makalah deduktif, makalah induktif, dan makalah campuran. Makalah deduktif merupakan makalah yang penulisannya didasrkan pada kajian pustaka yang relevan dengan masalah yang dibahas. Makalah induktif merupakan makalah yang disusun berdasarkan data empiris  yang diperoleh dari lapangan yang relevan dengan masalah yang dibahas. Makalah campuran merupakan makalah yang penulisannya didasarkan pada kajian teoritis yang dihubungkan dengan data empiris yang relevan dengan makalah yang dibahas.
Dalam prakteknya makalah deduktif merupakan makalah yang paling sering digunakan. Oleh karena itu pada sub-bab selanjutnya yang akan dibahas secara rinci adalah mengenai makalah deduktif.

2.2  Karakteristik Makalah
Makalah mahasiswa yang dimaksudkan dalam hal ini memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Diangkat dari suatu kajian literatur dan atau laporan pelaksanaan kegiatan lapangan.
  •  Ruang lingkup makalah berkisar pada cakupan permasalahan dalam suatu mata kuliah.
  • Memperlihatkan kemampuan mahasiswa tentang permasalahan teoritis yang dikaji atau dalam menerapkan suatu prosedur, prinsip atau teori yang berhubungan dengan perkuliahan.
  • Memperlihatkan kemampuan para mahasiswa dalam memahami isi dari sumber-sumber yang digunakan.
  • Menunjukkan kemampuan mahaiswa dalam merangkai berbagai sumber informasi sebagai satu kesatuan sintesis yang utuh.
2.3  Kerangka Makalah

Secara garis besar makalah terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir. Isi ketiga bagian tersebut dipaparkan sebagai berikut.

Bagian Awal
        Halaman Sampul
        Daftar isi
     Daftar Tabel dan Gambar (jika ada)
Bagian Inti
        Pendahuluan
        Latar Belakang Penulisan Makalah
        Masalah atau Topik Bahasan
        Tujuan Penulisan Makalah
        Teks Utama
        Penutup
Bagian Akhir
        Daftar Rujukan
        Lampiran (jika ada)

2.4  Sistematika Penulisan Makalah
Untuk mendukung terhadap penyusunan makalah yang baik, sederhana dan mudah namun tidak melupakan ketentuan-ketentuan yang berlaku,  maka makalah dapat disesuaikan dengan sistematika sebagai berikut :
a)        Halaman Sampul (Cover)
Hal-hal yang harus ada pada bagian sampul adalah :
·         Judul makalah
·         Keperluan atau maksud ditulisnya makalah
·         Nama penulis makalah
·         Tempat serta waktu penulisan makalah
b)        Daftar Isi
Berisi letak setiap Kata pengantar, Daftar isi, Bab, dan daftar pustaka, yakni pada halaman mana ditulis oleh penulis, agar mempermudah pembaca dalam mencari bahan bacaannya.
c)         Bab I Pendahuluan
yang terdiri dari :
a.         Latar Belakang Penulisan Makalah
Berisi hal-hal yang melandasi perlunya ditulisnya makalah tersebut.
b.        Masalah atau Topik Bahasan
Berisi permasalahan apa saja yang hendak dibahas oleh penulis dalam makalahnya.
c.         Tujuan Penulisan Makalah
Berisi tentang apa yang menjadi maksud dan tujuan dari penulis menulis makalahnya
d)        Bab II Teks Utama : (Pembahasan/ Isi)
Berisi pembahasan dari setiap masalah dan pokok permasalah yang telah disajikan atau pembahasan secara rinci dari setiap pokok permasalahan.
e)         Bab IV Penutup
yang berisi :
a.         Kesimpulan
Apa saja kesimpulan dari penulis tentang topik yang telah dibawakannya.
b.         Saran
Berisi saran-saran dari penulis.
f)         Daftar Pustaka / Daftar Rujukan
Berisi daftar dari bahan bacaan / pustaka yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan makalah tersebut.


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari masalah yang di bahas di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa pembuatan makalah harus sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku karena makalah merupakan suatu karya tulis ilmiah. Oleh karena itu pembuatan kerangka makalah harus diprhatikan dengan seksama mulai dari pembuatan judul sampai dengan daftar pustaka.
Makalah yang bagus harus memenuhi semua sifat-sifat dari penulisan karya tulis ilmiah seprti memiliki sifat obyektif, tidak memihak,berdasarkan fakta, sistematis, dan logis.
3.2 Saran
Dalam membuat makalah yang baik, seorang penulis harus memperhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku yang memenuhi dari sifat-sifat sebuah karya tulis ilmiah berupa makalah seperti yang disebutkan diatas.
Untuk membuat makalah yang baik, penulis selain harus memperhatikan kerangka makalah yang harus benar,  tetapi juga penulis harus memperhatikan apa yang akan dituliskan dalam makalahnya agar maklah tersebut dapat bermanfaat bagi penulis dan pembacanya.




DAFTAR RUJUKAN
Putu, D. 2009. Kerangka Makalah, (Online), (http://dewaarka.wordpress.com/2009/04/20/kerangka-makalah/), diakses 6 April 2012.
Kementrian Pendidikan Nasional Universitas Negri Malang. 2010. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Malang: Universitas Negri Malang
Ridwan. 2009.  Pengertian dan Panduan-Teknik Menulis Makalah, (Online), (http://ridwanaz.com/umum/akademik/pengertian-dan-panduan-atau-petunjuk-teknik-menulis-makalah/), diakses 6 April 2012.
Rosiyadi, I.  2011. Pengertian Makalah. Info Pendidikan, (Online), (http://ismorosiyadi.blogspot.com/2011/12/pengertian-makalah.html), diakses 6 April 2012.








DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.........................................................................        1
1.2 Rumusan Masalah ...................................................................        2
1.3 Tujuan .....................................................................................        2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Makalah ................................................................        3
2.2 Karakteristik Makalah .............................................................        3
2.3 Kerengka Makalah...................................................................        4
2.4 Sistematika Penulisan Makalah ...............................................        5
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan .............................................................................        7
3.2 Saran .......................................................................................        7
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................        8


PEMBUATAN KERANGKA MAKALAH


MAKALAH
Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah Bahasa Indonesia Keilmuan
Yang Dibimbing Oleh Ibu Muyassaroh, S.Pd


Oleh :
Alfi Muffaidah                       ( 110431426105 )
Muhammad Arriza Arrisqi      ( 110431426108 )
Nur Hasanatul Azizah             ( 110431426072 )
Wahyu Dwi Setyowiyono      ( 110431426073 )







UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN EKONOMI PEMBANGUNAN
APRIL 2012